Sertifikasi dan Pengujian Clean Room
Clean Room dirancang untuk pemanfaatan udara dengan penyaringan HEPA filter dan aliran udara yang diatur dengan parameter tertentu untuk mengurangi kontaminasi dan mengendalikan konsentrasi partikulat di udara. Selain itu, Clean room juga berfungsi untuk mengatur kondisi lingkungan di area-area kritis. Clean Room dapat diatur dengan tekanan positif atau negatif, tergantung kebutuhan.
Sertifikasi Ruang Bersih harus dilakukan secara rutin untuk memastikan bahwa ruang tersebut memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan, sesuai dengan kebutuhan industri, serta mematuhi regulasi yang berlaku. Hal ini penting untuk menjamin bahwa fasilitas beroperasi dalam batasan yang aman dan optimal.
Semua prosedur pengujian Clean room dilakukan oleh teknisi yang kompeten sesuai dengan praktik current good manufacturing practices (cGMP), Institute of Environmental Sciences Technologies [IEST], International Organization for Standardization [ISO], dan spesifikasi khusus yang berlaku.
Layanan pengujian dan sertifikasi Clean room meliputi:
- Airflow volume/velocity readings – memastikan area aliran searah dan tidak searah seimbang dengan baik dan zona searah mempertahankan pola udara yang tepat
- Room air exchange rate [RAER] – mengonfirmasi laju ventilasi yang tepat tercapai
- Room differential pressure testing – memverifikasi tekanan diferensial ruangan memenuhi persyaratan
- Pengujian HEPA filter – mendokumentasikan kebocoran atau kerusakan dan memastikan filter HEPA untuk ruang bersih menyediakan penyaringan yang diperlukan
- Non-viable particle counting – dilakukan per ISO 14644 atau Lampiran 1 UE, melaporkan jumlah partikulat di udara dengan ukuran tertentu di zona bersih
- Temperature/relative humidity measurement – mengonfirmasi apakah kontrol HVAC berfungsi dengan baik dan seragam
Opsi pengujian lainya :
- Air balancing – Penyesuaian aliran udara dalam sistem tata udara dilakukan untuk memastikan bahwa aliran udara sesuai dengan desain yang ditentukan, mencapai laju pertukaran udara yang optimal di setiap ruangan, serta mempertahankan kaskade tekanan yang tepat sesuai kebutuhan.
- Airflow visualization studies – memverifikasi arah aliran udara secara kualitatif menggunakan sumber kabut yang terlihat (opsi kabut: karbon dioksida, glikol, dan cairan nitrogen)
- Viable environmental monitoring [EM] – dilakukan pada udara dan permukaan untuk mengetahui adanya kontaminasi bakteri atau jamur
- Compressed air and gas testing – memastikan sistem compressed air/gas memenuhi persyaratan lingkungan terkontrol. Pengujian meliputi: non-viable particle dan viable particulate, total hidrokarbon (minyak), dan penentuan dew point
- Lighting, vibration and sound tests – mengacu kepada spesifikasi desain untuk memastikan kenyamanan pekerja
- Room recovery testing – dilakukan untuk menentukan apakah suatu area mampu kembali ke tingkat kebersihan tertentu setelah kejadian non-rutin
